Cegah Kepunahan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Rakor dan DKT Penyusunan Modul Revitalisasi Bahasa Atinggola
Cegah Kepunahan, Pemkab Gorontalo Utara Gelar Rakor dan DKT Penyusunan Modul Revitalisasi Bahasa Atinggola
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Antarinstansi dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Penyusunan Modul Revitalisasi Bahasa Atinggola Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Kantor Desa Pinontoyonga, Kecamatan Atinggola. Rabu (06-05-2025).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Utara, serta Kepala Bagian Prokopim Setda Kabupaten Gorontalo Utara. Peserta kegiatan terdiri dari berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Atinggola, termasuk sastrawan, tokoh adat, dan akademisi.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas, jati diri, serta warisan budaya yang tak ternilai harganya.
“Di tengah arus globalisasi dan teknologi yang pesat, kita menghadapi tantangan besar. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan bahasa nasional maupun asing, sehingga penggunaan bahasa daerah mulai berkurang. Melalui revitalisasi ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat mencintai bahasa Atinggola di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa upaya penyelamatan bahasa ini tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, tokoh adat, pendidik, dan masyarakat luas. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat dalam menjaga pelestarian identitas budaya melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Mari kita jadikan bahasa daerah sebagai kebanggaan, bukan sekadar peninggalan. Ajarkan kepada anak-anak kita dan gunakan dalam percakapan sehari-hari,” tambahnya.
Fokus utama dari DKT ini adalah penyusunan modul atau bahan ajar yang akurat sesuai dengan dialek lokal. Modul ini nantinya akan menjadi panduan utama dalam pengajaran bahasa Atinggola bagi generasi muda, baik di jalur formal (sekolah) maupun komunitas. Saat ini, bahasa Atinggola telah ditetapkan sebagai prioritas Inventarisasi Kosakata oleh Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra untuk menjamin keberlanjutannya di masa depan.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap revitalisasi bahasa Atinggola tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memastikan bahasa ibu tersebut tetap bergema di tengah masyarakat.(Kominfo-Gorut)
