Bangun Pondasi Data dari Desa, Sekda Suleman Lakoro Canangkan Program Desa Cantik 2026 di Kecamatan Anggrek
Bangun Pondasi Data dari Desa, Sekda Suleman Lakoro Canangkan Program Desa Cantik 2026 di Kecamatan Anggrek
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Desa Ilodulungga, Kecamatan Anggrek, pada Selasa (21-04-2026).
Hadir mendampingi Sekda dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo Utara Defit Rudianto, Kepala Dinas PMD Thamrin Monoarfa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sefry Bobihoe, serta Camat Anggrek Teffi A. Alwi. Acara ini juga diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Anggrek dan para Agen Statistik dari empat desa lokus, yakni Desa Ilodulungga, Desa Tolongio, Desa Tutuwoto, dan Desa Helumo.
Dalam sambutannya, Sekda Suleman Lakoro menegaskan bahwa saat ini data merupakan pondasi utama dalam pembangunan. Menurutnya, hampir seluruh kebijakan, mulai dari tingkat pusat hingga desa, sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia.
"Data bukan hanya sekadar angka, tetapi representasi kondisi riil masyarakat. Jika data tidak akurat, maka kebijakan bisa meleset. Jika tidak mutakhir, program bisa tidak relevan. Dan jika tidak terintegrasi, maka pembangunan tidak akan efektif," ujar Suleman tegas.
Suleman menambahkan bahwa desa kini bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek dan pelaku utama pembangunan. Namun, ia tidak memungkiri adanya tantangan besar di lapangan, seperti banyaknya aplikasi data (Prodeskel, Siskeudes, SIKS-NG, Podes) yang belum terkelola dengan baik serta kapasitas SDM yang perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala BPS Gorontalo Utara, Defit Rudianto, menjelaskan bahwa program Desa Cantik hadir sebagai solusi atas tantangan tersebut. Program ini merupakan bentuk pembinaan statistik di tingkat desa yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
"Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi statistik desa, menstandarkan pengelolaan data, serta membentuk Agen Statistik Desa. Desa Cantik bukan sekadar program pendataan, melainkan transformasi tata kelola agar desa mampu menyusun profil lengkap dan mengelola data secara mandiri," jelas Defit.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Sekda Suleman Lakoro berharap agar program ini tidak berhenti pada seremonial pencanangan saja, tetapi harus diimplementasikan secara konsisten.
"Kita ingin ke depan tidak ada lagi kebijakan yang tidak berbasis data. Semua harus valid, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Desa Cantik, kita bangun pondasi data yang kuat dari desa agar pembangunan di Gorontalo Utara lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan," tutup Sekda.(Kominfo-Gorut)
