info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bangun Budaya Mitigasi, Pemkab Gorontalo Utara dan BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempabumi 2026

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 37 Kali
Bangun Budaya Mitigasi, Pemkab Gorontalo Utara dan BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempabumi 2026

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, mewakili Bupati Gorontalo Utara secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2026. Acara yang diinisiasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Ichsan Gorontalo Utara pada Kamis (7-5-2026).

Dengan mengusung tema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang sadar, siaga, dan selamat (Zero Victim) dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Dalam sambutannya, Abdul Wahab Paudi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BMKG dan Universitas Ichsan atas terselenggaranya edukasi krusial ini. Beliau menekankan bahwa Gorontalo Utara memiliki karakteristik wilayah yang sangat rentan karena memiliki garis pantai yang membentang sepanjang 317 km.

"Kesiapsiagaan adalah kunci. Dengan garis pantai yang sangat panjang, potensi gempa dan tsunami adalah nyata. Melalui SLG ini, kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya paham teori, tetapi memiliki keterampilan evakuasi mandiri untuk meminimalkan dampak negatif bencana," ujar Abdul Wahab.


Tujuan utama dari SLG 2026 ini adalah memperkuat budaya mitigasi dan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai potensi bahaya di wilayah mereka serta langkah-langkah konkret yang harus diambil saat situasi darurat terjadi.

"Target kita adalah Zero Victim. Kita ingin membangun ketangguhan masyarakat sehingga setiap individu tahu persis apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat demi menyelamatkan diri dan sesama," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi yang tangguh bencana, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan akademisi, diharapkan literasi kebencanaan di Gorontalo Utara terus meningkat secara signifikan.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Stasiun BMKG Gorontalo, Kepala Dinas perhubungan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Porkopim Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Rector Unisan Gorontalo Utara, dari POLRI, dari BASARNAS, dari Kecamatan Kwandang dan peserta Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2026. (Kominfo-Gorut)

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *